Era perkembangan bisnis dan teknologi terus mengalami perubahan secara signifikan, adaptasi bisnis juga menjadi kunci yang memainkan peran penting untuk berkembang. Sedangkan, disisi lain peranan teknologi menjadi bagian penting turut mendukung kinerja bisnis agar lebih perform. Untuk itulah, peranan bisnis tidak bertumpu pada satu hal saja, maka muncul strategi baru yang memadukan peranan strategi bisnis dan teknologi atau sering dikenal IT Business Strategic. Ada istilah strategy yang sering kita dengar yaitu “linking system to strategy and the organization “.

Lingking systems to strategy and the organization adalah sebuah kerangka kerja untuk menjelaskan kesesuaian antara business system dan untuk mengerti dampak Information System ke dalam organisasi. Kerangka kerja ini disebut sebagai Information Systems Strategy Triangle karena adanya keterkaitan antara business strategy (Bisnis) dengan Information System (IS/IT) strategy dan organizational strategy (Organisasi).
Yaitu bisa disebut suatu kerangka kerja / framework yang menjelaskan bahwa ketika akan melakukan suatu implementasi IT pada suatu organisasi maka perlunya dianalisa terlebih dulu, apakah relevan dengan bisnisnya, apakah relevan dengan organisasinya disitulah peranan IT tidak serta merta diimplementasikan, namun juga harus disesuaikan dengan kebutuhan bisnis (goals) dan juga kondisi organisasi perusahaan itu sendiri (culture). Hal tersebut menjadikan implementasi Informations System terkesan lebih fleksibel dan tidak kaku, hal itulah yang menjadi kesuksesan dalam implementasi IT pada bisnis dan organisasi.
Setiap perusahaan pasti memiliki strategi untuk bisnisnya, karena itulah core dan tujuan utama dari proses bisnis mereka. Kini, bukan hanya strategi bisnis saja, tapi juga memadukan stategi teknologi. Seperti yang kita tahu bahwa teknologi sekarang sangat berkembang dan menjadi salah satu critical success factor dalam pertumbuhan dan perkembangan perusahaan.
Strategi teknologi adalah ketika perusahaan fokus pada teknologi yang ada pada perusahaan. Strategi tersebut harus dikendalikan, biasanya disebut dengan management of technology strategy, yaitu bagaimana mengembangkan bisnis strategi yang ada menggunakan strategi teknologi agar bisa mencapai competitive advantage. Disini terjadi penyatuan dan pengintegrasian antara strategi bisnis dan teknologi sehingga keduanya dapat berjalan berdampingan, bukan masing-masing. Hal yang paling utama dan penting dilakukan adalah tahap dimana menentukan bagian teknologi mana yang harus dijadikan sebagai investasi (competitive element paling dasar dalam perusahaan).
Peranan dari Linking business strategy to technology strategy bukan berarti bertujuan untuk mempunyai teknologi yang super hebat, tetapi bagaimana teknologi yang sudah ada, dikembangkan agar dapat mendukung proses bisnis untuk menjalankan strategi bsisnis. Tentunya ini akan mendukung competitive advantage. Dengan mengembangkan teknologi bersamaan dengan strategi-strategi dalam perusahaan bisa dikaitkan pengintegrasian, sebuah hal yang sangat penting dalam efektifitas dan efisiensi bisnis proses.
Ada banyak analisis model yang dapat digunakan untuk menganalisis strategi dalam perusahaan. Beberapa contohnya adalah Boston Consulting Group (BGC) ’s Model yang menrupakan portfolio analysis matrix, A.D. Little (ADL) Model, Morin’s Model dengan technology portfolio analysis, Porter’s Model dengan five forces dan value chain-nya, dan model-model lainnya. Jadi dibutuhkan pendekatan secara structural untuk strategic management of technology.
Reference : Vernet, M. and Arasti, M. (1999). Linking business strategy to technology strategies: a prerequisite to the R&D priorities determination. International Journal of Technology Management, 18(3/4), p.293.
