Kata Siapa Brand itu Tidak Penting?

Dalam bisnis, terkadang tim sales berpikir “sales” lah yang lebih penting, brand itu tidak penting, karena tanpa penjualan maka bisnis juga tidak akan berpenghasilan. Memang cash is king pada awal mula bisnis berdiri, sehingga tahap awal adalah buat sebanyak mungkin sales.

Tapi, terkadang tim sales lupa, bahwa tanpa adanya “brand” yang mana disana ada unsur merek, emosi, kepercayaan, mereka akan terus menjual komoditas mereka, tanpa brand bagaimana mereka bisa mudah untuk menjual produk? dan mudah menawarkan produk ke pelanggan mereka?

Tanpa kita sadari, kita belanja di indomaret, alfamart, alfamidi, ataupun big market ya karena ada “brand trust” sebuah kepercayaan bahwa apapun yang mereka jual sudah terpercaya dan berkualitas, hal itu yang membuat kita nyaman membeli dan tentunya mudah untuk diakses. Begitu juga dengan produk dalam bisnis kita, sebagai pemilik bisnis bagaimana orang akan mudah untuk membeli produk kita jika mereka saja tidak “kenal” dengan kita dan produk kita? maka dari itu mengenalkan produk tersebut dengan sebuah brand untuk memperoleh kepercayaan konsumen menjadi penting dalam fase ini.

Sekarang, era sosial media sudah berkembang luas dan mudah untuk diakses, tinggal bagaimana kita sebagai pemilik bisnis memanfaatkan momen itu untuk menemukan dan terhubung kepada pelanggan kita, memang kita perlu tahu tidak semua penonton, netizen adalah customer kita, kita perlu tahu siapa calon customer kita, seperti apa profilenya, apa yang mereka sukai? Dengan sedikit tahu, maka kita akan membuat hal-hal yang berhubungan dengan yang mereka butuhkan.

Brand adalah tentang bagaimana mereka merasa seperti, bukan hanya sekedar logo, warna. Brand adalah emosi ketika anda mengenakan sebuah produk, minum kopi dan merasa anda seperti pada strata tertentu.

sama seperti, ketika saya mengenakan ini, saya merasa seperti …..dst. Sehingga, jika kita berposisi sebagai pemilik brand, maka kita perlu tahu bagaimana pesan, kesan ataupun persepsi yang ingin kita bentuk dalam produk kita nantinya.

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Panduan untuk Membangun Strategi Periklanan Digital yang Sukses dari Google.

Next Post

8 Proses Tahap Pengembangan Produk Baru (NPD) new product development life cycle

Related Posts
preloader image